Karya DR.
Sidik Jatmika, MSi
Synopsis:
Timur Tengah, oleh para pengamat politik
Internasional sering dianggap sebagai kawasan yang paling rawan konflik di
dunia. Uniknya, Timur Tengah adalah salah satu kawasan yang paling memiliki
kedekatan psikologis dengan Bangsa Indonesia. Artinya, apapun peristiwa dan
gejolak politik yang terjadi di kawasan itu, seringkali segera muncul reaksi di
dalam negeri Indonesia.
Karena itu, buku ini penting untuk dibaca oleh para Mahasiswa, peneliti, pengamat
hubungan Internasional maupun Para Aktivis yang memiliki minat tinggi terhadap
dinamika social politik kawasan Timur Tengah.
Buku ini terdiri dari 10 Bab, yang masing-masing berisikan
tentang:
a.
Bab I akan membahas
Dinamika Timur Tengah sebagai sebuah kawasan
b.
Bab II akan membahas
tentang Keanekaragaman geografis sebagai sumber konflik di Timur Tengah
c.
Bab III akan membahas
tentang keanekaragaman penduduk sebagai faktor konflik di Timur Tengah
d.
Bab IV akan membahas
tentang keanekaragaman Ideologi sebagai faktor konflik di Timur Tengah
e.
Bab V akan membahas
tentang Keanekaragaman Sistem politik di Timur Tengah
f.
Bab VI akan membahas
tentang Keanekaragaman kesetiaan di Timur Tengah
g.
Bab VII akan membahas
tentang Krisis Politik para penguasa di Timur Tengah
h.
Bab VIII akan membahas
tentang Berbagai bangsa yang belum punya Negara
i.
Bab IX akan membahas
tentang dinamika konflik Arab-Israel
j.
Bab X akan membahas
tentang dinamika politik luar negeri Amerika Serikat terhadap Timur Tengah
Pada kesempatan kali ini saya
hanya akan sedikit mengulas tentang Bab I dan Bab II, dimulai dari Bab I yang
bercerita tentang Dinamika Timur Tengah sebagai sebuah kawasan,
i.
Penamaan Timur Tengah
Hingga
saat ini bahkan belum ditemukan kesepakatan oleh para peneliti terkait dengan
penamaan Timur Tengah, para sarjana terkadang menyebut wilayah itu dengan Asia
Muka, Timur Dekat, kadang disebut Timur Tenfah bahkan juga Dunia Arab atau
Dunia Islam. Namun demikian, perlu ada satu hal yang perlu dicatat bahwa
kesemua penjelasan itu bersumber pada sudut pandang orang Eropa (European
Centric). Dimana mereka menganggap kesemua wilayah mereka yang berada di Barat,
sehingga kawasan lainnya disebut sebagai kawasan Timur Dunia.
Selain
itu muncul pula istilah-istilah seperti Asia Muka (Frontier Asia), Timur Dekat
(Near East), Timur Tengah (Middle east) dan Dunia Islam (Islamic World). Asia
Muka dikemukakan oleh bangsa Yunani untuk menyebut bagian benua Asia yang
berbatasan langsung dengan Laut Tengah (Mediterania) hingga Sungai Indus (India).
Sedangkan kawasan sebelah timur Sungai Indus disebut sebagai Asia Belakang atau
Anak Benua Asia.
Timur
Dekat istilah untuk kawasan ini pada awal abad Masehi, ini sesuai dengan jalur
Sutra Perdagangan dunia yang terbentang antara Eropa (Roma, Venesia), Mesir
(Alexandria), Iraq (Baghdad & Basrah), India, Nusantara hingga China. Hal
ini semakin diperkuat ketika para penjelajah Eropa akhirnya berhasil mencapai
kawasan negeri China, mereka menanggap kawasan China sebagai kawasan terjauh
Asia, hingga menyebutnya sebagai Asia Jauh, sedang kawasan jazirah Arabia dan
terletak diantara kawasan Eropa dan China disebut sebagai Asia Dekat.
Istilah
Timur Tengah diungkapkan pertama kali oleh ahli strategi asal Amerika Serikat
pada Perang Dunia 1 (1914-1918) Alfred Thayer Mahan dimaksudkan untuk menyebut
wilayah zona pertahanan Tentara Sekutu yang membentang dari Sungai Nil di
sebelah Barat hingga ke sungai Oxus di sebelah Timur (from Nile to Oxus), meski
demikian istilah ini mendapat banyak kritik karena dianggap terlalu
“Eropacentris”, bahkan penggunaan kata “Tengah” juga telah menyebabkan
kebingungan bagi sebagian orang. Memang wilayah ini terletak di Timur Eropa,
tapi bagi orang Rusia maka kawasan ini terletak di sebelah selatan; dan bagi
bangsa India, kawasan ini terletak disebelah Barat.
Istilah
Dunia Arab disebut sebagai istilah yang salah kaprah, meski mayoritas berasa
dari suku Arab, namun dalam kenyataannya masih banyak kelompok Non-Arab yang
menghuni Timur Tengah, misalnya, suku Arya/Persian (Iran); Turk (Turkey);
Yahudi/Jewish (Israel); Yunani/Greece (di Siprus bagian selatan); Kurdi (Turki,
Iran, Suriah, Iraq); Berber (Afrika Utara); Negro (Sudan Selatan).
Dan
istilah yang terakhir adalah Dunia Islam yang juga merupakan istilah yang salah
kaprah, mayoritas masyarakat Timur Tengah memang beragama Islam, tetapi masih
banyak kelompok Non-Moslem disana. Misalnya, pemeluk agama Yahudi (Israel,
Mesir); Kristen Phalangist (Lebanon); Kristen Coptic (Mesir), Katholic Orthodox
(di Syprus bagian Selatan); Paganisme (kaum Negro Sudan Selatan); Druze
Lebanon; dan sebagainya.
ii.
Sub Regionalisme di Timur
Tengah
Terdapat 4 sub regionalisme
secara Geografis, antara lain; Arab Inti, Arab Pinggiran, Maghribi dan Non
Arab.
·
Arab Inti meliputi 2
bagian, yaitu Daerah Bulan Sabit Subur dan Teluk Arab/Persia. Adapun
Negara-negara yang termasuk di Fertile Crescent adalah Iraq, Yordania,
Palestina dan Mesir, sedangkan yang termasuk kedalam bagian Persian Gulf adalah
Saudi Arabia, Kuwait, Oman, Qatar, UEA dan Bahrain.
·
Arab Pinggiran (Peripheral
Arab), meliputi Yaman, Suriah, Lebanon dan Libya.
·
Maghribi adalah Afrika
Utara kawasan Timur Tengah yg terletak di benua Afrika bagian Utara, meliputi:
Maghrib Aqsa (paling barat), yaitu Mauritania, Sahara Barat dan Maroko, sedang
Maghrib Wusta (Tengah), yaitu Tunisia, Aljazair, Libya dan Chad, sedang Maghrib
Adna (Paling Timur), yaitu Mesir, Sudan dan Sudan Selatan.
·
Non-Arab, adalah kawasan
yang mayoritas penduduknya bukan berbangsa Arab. Diantaranya adalah:
Ø Non-Arab
dengan mayoritas muslim, misalnya Iran, Turki, Afghanistan, Chad.
·
Non-Arab dengan mayoritas
non Muslim misalnya Israel (Yahudi), Siprus (Yunani-Turki), Sudan Selatan
(Negro).
iii.
Arti Penting Timur Tengah
Kawasan Timur Tengah memiliki
makna strategis sehingga pnting untuk dipelajari maupun diperebutkan oleh
berbagai kekuatan politik yang ada di Tingkat Regional maupun Global.
·
Posisi Strategis, Timur
Tengah, selama berabad-abad telah diakui sebagai salah satu kawasan yang secara
geografis paling strategis di dunia. Hal ini disebabkan karena Timur Tengah
terletak di antara 3 Benua, yaitu Eropa-Asia-Afrika.
·
Faktor minyak. Timur
Tengah merupakan tempat yang memiliki cadangan maupun produksi minyak terbesar,
yaitu lebih dari 66% produksi dan cadangan minyak dunia. Padahal minyak adalah
sumber utama energi utama masyarakat dunia di era modern ini.
·
Tempat lahir 3 agama besar
dunia, yaitu Yahudi (Tembok Ratapan di Yerusalem bagian Barat); Nasrani
(Nazareth, Golgota) dan Islam (Makkah, Medinah, Masjidil Aqsa di Yerusalem.
*see you in on next chapter of this Blog……!!! Keep it Up

Tidak ada komentar:
Posting Komentar