Sabtu, 21 Februari 2015

Ulasan buku Pengantar Studi kawasan Timur Tengah




Karya DR. Sidik Jatmika, MSi
Synopsis:
Timur Tengah, oleh para pengamat politik Internasional sering dianggap sebagai kawasan yang paling rawan konflik di dunia. Uniknya, Timur Tengah adalah salah satu kawasan yang paling memiliki kedekatan psikologis dengan Bangsa Indonesia. Artinya, apapun peristiwa dan gejolak politik yang terjadi di kawasan itu, seringkali segera muncul reaksi di dalam negeri Indonesia.
Karena itu, buku ini penting untuk dibaca  oleh para Mahasiswa, peneliti, pengamat hubungan Internasional maupun Para Aktivis yang memiliki minat tinggi terhadap dinamika social politik kawasan Timur Tengah.
Buku ini terdiri dari 10 Bab, yang masing-masing berisikan tentang:
a.    Bab I akan membahas Dinamika Timur Tengah sebagai sebuah kawasan
b.    Bab II akan membahas tentang Keanekaragaman geografis sebagai sumber konflik di Timur Tengah
c.    Bab III akan membahas tentang keanekaragaman penduduk sebagai faktor konflik di Timur Tengah
d.    Bab IV akan membahas tentang keanekaragaman Ideologi sebagai faktor konflik di Timur Tengah
e.    Bab V akan membahas tentang Keanekaragaman Sistem politik di Timur Tengah
f.    Bab VI akan membahas tentang Keanekaragaman kesetiaan di Timur Tengah
g.    Bab VII akan membahas tentang Krisis Politik para penguasa di Timur Tengah
h.    Bab VIII akan membahas tentang Berbagai bangsa yang belum punya Negara
i.     Bab IX akan membahas tentang dinamika konflik Arab-Israel
j.     Bab X akan membahas tentang dinamika politik luar negeri Amerika Serikat terhadap Timur Tengah
Pada kesempatan kali ini saya hanya akan sedikit mengulas tentang Bab I dan Bab II, dimulai dari Bab I yang bercerita tentang Dinamika Timur Tengah sebagai sebuah kawasan, 
             i.        Penamaan Timur Tengah
Hingga saat ini bahkan belum ditemukan kesepakatan oleh para peneliti terkait dengan penamaan Timur Tengah, para sarjana terkadang menyebut wilayah itu dengan Asia Muka, Timur Dekat, kadang disebut Timur Tenfah bahkan juga Dunia Arab atau Dunia Islam. Namun demikian, perlu ada satu hal yang perlu dicatat bahwa kesemua penjelasan itu bersumber pada sudut pandang orang Eropa (European Centric). Dimana mereka menganggap kesemua wilayah mereka yang berada di Barat, sehingga kawasan lainnya disebut sebagai kawasan Timur Dunia.
Selain itu muncul pula istilah-istilah seperti Asia Muka (Frontier Asia), Timur Dekat (Near East), Timur Tengah (Middle east) dan Dunia Islam (Islamic World). Asia Muka dikemukakan oleh bangsa Yunani untuk menyebut bagian benua Asia yang berbatasan langsung dengan Laut Tengah (Mediterania) hingga Sungai Indus (India). Sedangkan kawasan sebelah timur Sungai Indus disebut sebagai Asia Belakang atau Anak Benua Asia.
Timur Dekat istilah untuk kawasan ini pada awal abad Masehi, ini sesuai dengan jalur Sutra Perdagangan dunia yang terbentang antara Eropa (Roma, Venesia), Mesir (Alexandria), Iraq (Baghdad & Basrah), India, Nusantara hingga China. Hal ini semakin diperkuat ketika para penjelajah Eropa akhirnya berhasil mencapai kawasan negeri China, mereka menanggap kawasan China sebagai kawasan terjauh Asia, hingga menyebutnya sebagai Asia Jauh, sedang kawasan jazirah Arabia dan terletak diantara kawasan Eropa dan China disebut sebagai Asia Dekat.
Istilah Timur Tengah diungkapkan pertama kali oleh ahli strategi asal Amerika Serikat pada Perang Dunia 1 (1914-1918) Alfred Thayer Mahan dimaksudkan untuk menyebut wilayah zona pertahanan Tentara Sekutu yang membentang dari Sungai Nil di sebelah Barat hingga ke sungai Oxus di sebelah Timur (from Nile to Oxus), meski demikian istilah ini mendapat banyak kritik karena dianggap terlalu “Eropacentris”, bahkan penggunaan kata “Tengah” juga telah menyebabkan kebingungan bagi sebagian orang. Memang wilayah ini terletak di Timur Eropa, tapi bagi orang Rusia maka kawasan ini terletak di sebelah selatan; dan bagi bangsa India, kawasan ini terletak disebelah Barat.
Istilah Dunia Arab disebut sebagai istilah yang salah kaprah, meski mayoritas berasa dari suku Arab, namun dalam kenyataannya masih banyak kelompok Non-Arab yang menghuni Timur Tengah, misalnya, suku Arya/Persian (Iran); Turk (Turkey); Yahudi/Jewish (Israel); Yunani/Greece (di Siprus bagian selatan); Kurdi (Turki, Iran, Suriah, Iraq); Berber (Afrika Utara); Negro (Sudan Selatan).
Dan istilah yang terakhir adalah Dunia Islam yang juga merupakan istilah yang salah kaprah, mayoritas masyarakat Timur Tengah memang beragama Islam, tetapi masih banyak kelompok Non-Moslem disana. Misalnya, pemeluk agama Yahudi (Israel, Mesir); Kristen Phalangist (Lebanon); Kristen Coptic (Mesir), Katholic Orthodox (di Syprus bagian Selatan); Paganisme (kaum Negro Sudan Selatan); Druze Lebanon; dan sebagainya.
            ii.        Sub Regionalisme di Timur Tengah
Terdapat 4 sub regionalisme secara Geografis, antara lain; Arab Inti, Arab Pinggiran, Maghribi dan Non Arab.
·         Arab Inti meliputi 2 bagian, yaitu Daerah Bulan Sabit Subur dan Teluk Arab/Persia. Adapun Negara-negara yang termasuk di Fertile Crescent adalah Iraq, Yordania, Palestina dan Mesir, sedangkan yang termasuk kedalam bagian Persian Gulf adalah Saudi Arabia, Kuwait, Oman, Qatar, UEA dan Bahrain.
·         Arab Pinggiran (Peripheral Arab), meliputi Yaman, Suriah, Lebanon dan Libya.
·         Maghribi adalah Afrika Utara kawasan Timur Tengah yg terletak di benua Afrika bagian Utara, meliputi: Maghrib Aqsa (paling barat), yaitu Mauritania, Sahara Barat dan Maroko, sedang Maghrib Wusta (Tengah), yaitu Tunisia, Aljazair, Libya dan Chad, sedang Maghrib Adna (Paling Timur), yaitu Mesir, Sudan dan Sudan Selatan.
·         Non-Arab, adalah kawasan yang mayoritas penduduknya bukan berbangsa Arab. Diantaranya adalah:
Ø  Non-Arab dengan mayoritas muslim, misalnya Iran, Turki, Afghanistan, Chad.
·         Non-Arab dengan mayoritas non Muslim misalnya Israel (Yahudi), Siprus (Yunani-Turki), Sudan Selatan (Negro).
iii.        Arti Penting Timur Tengah
Kawasan Timur Tengah memiliki makna strategis sehingga pnting untuk dipelajari maupun diperebutkan oleh berbagai kekuatan politik yang ada di Tingkat Regional maupun Global.
·         Posisi Strategis, Timur Tengah, selama berabad-abad telah diakui sebagai salah satu kawasan yang secara geografis paling strategis di dunia. Hal ini disebabkan karena Timur Tengah terletak di antara 3 Benua, yaitu Eropa-Asia-Afrika.
·         Faktor minyak. Timur Tengah merupakan tempat yang memiliki cadangan maupun produksi minyak terbesar, yaitu lebih dari 66% produksi dan cadangan minyak dunia. Padahal minyak adalah sumber utama energi utama masyarakat dunia di era modern ini.
·         Tempat lahir 3 agama besar dunia, yaitu Yahudi (Tembok Ratapan di Yerusalem bagian Barat); Nasrani (Nazareth, Golgota) dan Islam (Makkah, Medinah, Masjidil Aqsa di Yerusalem.
*see you in on next chapter of this Blog……!!! Keep it Up

Tidak ada komentar:

Posting Komentar