Pengajian di Masjid Jogokariyan oleh PKU Gontor
Synopsis:
Dewasa ini, kita telah dijauhkan dari
peradaban Islam, dijauhkan dari mengenal Allah SWT. Hal ini dikarenakan menurut
berbagai sejarah mengemuka bahwa Islam adalah penentang terberat yang dimiliki
oleh kaum barat, Islam satu-satunya golongan dan agama yang berani memboikot
pembelajaran akidah sesat serta pola pikir barat yang lebih banyak kepada hal
yang merugikan Islam. Hingga pada akhirnya mereka mencari cara agar Islam dapat
dengan mudah mereka singkirkan. Mereka pun memulai strateginya dengan memasuki
anak muda dan kalangan mahasiswa yang menurut mereka dikenal sebagai golongan
pemikir yang masih mencari jati diri dan mudah dipengaruhi oleh keadaan.
Merekapun diberikan beasiswa ke luar negeri
khususnya Negara-negara Barat, dan mengenal lebih jauh kehidupan Keislaman
disana, tetapi disitulah strategi mereka awal mula bermulai, pemikiran Barat
yang menentang Islam diaplikasikan dan ditularkan melalui materi perkuliahan
yang menyebutkan bahwa Islam saat ini harus disesuaikan dengan konteks
kekinian, tidak lagi hanya berpatokan kepada Al-Qur’an dan As Sunnah yang
notabene nya adalah kitab kuno dan hanya sebagian dari kitab suci itu dapat
digunakan dalam konsep kekinian di dunia Islam.
Perubahan pola pikir tidak hanya muncul dari
para kalangan Muslim yang menuntut ilmu Islam dinegara Barat, tetapi juga
merambak ke beberapa Instansi dan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia yang
dengan terang-terangan mengemukakan pemikiran liberal mereka. Hal ini berawal dan berdasarkan pada
dank arena kita telah dijauhkan dan dilupakan untuk mengenal Al-Qur’an dan
As-Sunnah, mereka membongkar Tafsiran Al-Qur’an dan Al-Hadits melalui Teori
Hermeneutics, mereka membentuk Islam yang menurut mereka lebih Humanis,
menjunjung tinggi HAM, lebih sekuler dan lebih kekinian agar tidak dianggap
sebagai agama yang monoton serta tradisional. Dalam menghadapi permasalahan
yang pelik ini, bagaimanakah cara kita untuk menghindari hal itu? Pada
pembahasan kali ini Ustadz Ayyub dari PKU akan sedikit menjelaskan tentang isu
yang berkembang pesat saat ini di Masyarakat, yaitu LGBT.
LGBT ON ISLAMIC PERSPECTIVE & ISLAMIC THEOLOGY
Semua rekan-rekan disini pasti mengenal Film
GGS (Ganteng-Ganteng Serigala) yang lagi marak menjadi idola dikalangan anak
muda dan Mahasiswa karena mereka menganggap para artis dan pemainnya ganteng
dan cantik. Tapi pernahkah kita memantau fenomena dimasyarakat yang mengatakan
bahwa GGS adalah Plagiat yang gagal, karena berusaha untuk mencontoh film
Twilight yang diperankan oleh para pemain Box Office terkenal, padahal di Barat
sendiri masih banyak kritikan yang mencemooh film Twilight dengan muncul
tulisan “Still better than Twilight”. Ini kemudian menjadi sebuah hipotesa
menarik yang mengatakan bahwa semua hal yang diadaptasi dari Barat pasti akan
selalu menuai kritik dan tidak cocok diterapkan disuatu Negara, apalagi Negara
mayoritas Muslim seperti Indonesia.
Berawal dari sejarah kolonialisme yang
berkembang di Indonesia, pada saat Belanda menjajah Indonesia mereka memiliki
sebuah slogan 3G (God, Glory dan Gospel) sebagai ajang mereka dalam menyebarkan
agama Kristen di Nusantara, serta paham Materialisme dikalangan para Raja
Nusantara yang kemudian terhasut dan akhirnya melakukan perang saudara. Tetapi
teori 3G pada konteks kekinian sudah tidak dapat diaplikasikan karena kehidupan
beragama sudah dibebaskan dan diatur oleh Undang-Undang.
Tiada kata menyerah untuk menyerang Muslim
dan menghancurkan mereka adalah tugas pokok utama para pemikir liberal Barat,
yang selalu menganggap Islam sebagai ancaman terbesar bagi golongan mereka,
karena Islam dikenal gigih dan kuat jika harus dijinakkan dengan kekuatan, maka
sekarang mereka memikirkan cara untuk mengalahkan Muslim tanpa menggunakan
kekerasan, akhirnya mereka pun menggunakan cara licik dengan menyusupkan para
mata-mata mereka dikalangan Muslim dan menyebarkan paham Sekulerisme melalui
isu HAM ditengah tengah masyarakat dengan alasan yang sangat rasional, dan
salah satu yang saat ini berkembang adalah isu LGBT yang oleh para pemikir
Islam Liberal yang ada diseluruh dunia bahkan Indonesia adalah legal dan
disahkan oleh Negara.
Fenomena LGBT memang suatu hal yang menarik untuk dibahas,
karena bisaa jadi mereka ada disekitar kita, bagaimana cara kita untuk bersikap
terhadap mereka, apakah mereka penyakit? Ataukah mereka harus kita kucilkan?
Dimana hati nurani kita sebagai sesame manusia? Mereka juga memiliki hak yang
sama dengan kita, dan biasanya pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang paling
sering dimunculkan oleh para kalangan aktifis LGBT. Dikoran-koran banyak kita
temukan informasi terkait mereka seperti contoh di Kompas.com dijelaskan bahwa
ada 3 juta orang telah melakukan seks sejenis, dan beberapa informasi di media
cetak dan social juga mengkhawatirkan hal ini, meski banyak menuai kritik
tetapi mereka juga mendapat banyak dukungan, khususnya oleh para aktifis HAM,
tetapi bagaimanakah cara mereka untuk bertahan (Survive) dan terus berkembang
di Indonesia dan Negara lainnya?
·
Merangkul Kaum Intelektual: Mereka
adalah sasaran empuk golongan LGBT, karena selain masih muda dan dalam tahap
pencarian jati diri, kaum intelektual memiliki andil besar dalam peradaban
suatu Negara, mereka golongan yang paling sering dan paling berani menyuarakan
hak dan aspirasi mereka kepada lembaga Negara dalam masalah penegakan hukum,
LGBT masuk dan menyusup keranah mereka dan memberikan rasa aman dan nyaman
dalam melakukan hal ini selama memiliki rasa suka sama suka maka Negara tidak
berhak untuk melarang hal tersebut.
·
Jalur Politik:
Sebagian besar hingga jutaan kelompok LGBT diseluruh Indonesia menuntut
dibuatkan serta disahkannya Undang-Undang Pernikahan Sejenis yang mengatur
kebebesan mereka dalam berekspresi serta berhubungan. Bagi kita kalangan muslim
jangan sampai terbuai dengan rayuan mereka hingga ikut mendukung golongan ini,
karena bisa jadi, jika UU ini jadi disahkan, maka bisa dipastikan inilah awal
kehancuran moral dan akhlaq bangsa ini. Naudzubillah min Dzalik.
·
Kebudayaan: seperti
yang sudah saya sampaikan diatas bahwa salah satu cara mereka dalam menyebarkan
paham LGBT adalah dengan cara mengadopsi pengaruh barat dan diterapkan di
Negara-negara Timur seperti Indonesia melalui berbagai hiburan dan kegiatan.
Sebagai contoh, The Legend of Avatar Korra yang banyak digemari oleh para
kalangan muda tidak hanya anak kecil tetapi juga para remaja dan dewasa, tetapi
dibalik semua itu Korra mengajarkan kita bahwa Hidup Lesbi dengan Asami adalah
lebih baik daripada berhubungan dengan laki-laki yang terus menyakiti
perasaannya, karena bagi nya, cinta adalah saat kita merasa nyaman untuk berada
didekatnya.
·
Teologis: melalui
kajian ilmu Ketuhanan inilah para golongan pengemuka LGBT menjelaskan bahwa
agama-agama di dunia ini didasari oleh Hak Asasi Manusia sehingga tidak ada
paksaan dalam setiap tindakan yang kita lakukan selama itu tidak mengganggu
aktifitas kegiatan kegaamaan dan social lainnya, bagi mereka menekankan dalam
unsur teologi bahwa kebahagiaan tidak mesti didapat melalui pernikahan atau
hubungan dengan lawan jenis, karena faktanya banyak juga kehidupan yang tidak
harmonis meski menikah dengan lawan jenis dan sebaliknya, banyak kalangan
menikah sejenis dan mendapatkan kebahagiaan mereka disana, akankah kebahagiaan
harus dipaksakan? Bukankah agama didunia ini menyeru agar kita semua mendapat
kebahagiaan di dunia dan di akhirat? Maka dengan alasan inilah pemuka LGBT
mengambil jalur Teologi sebagai sasaran mereka untuk bertahan.
·
Lembaga Internasional: melalui
sarana ini mereka mengemukakan hak mereka untuk hidup, hak mereka untuk
berekspresi melalui berbagai demonstrasi, melalui berbagai workshop hingga
kegiatan social yang dilandaskan pada keinginan mereka untuk disetarakan atau
Equality of Life.
Bagaimana
kemudian Islam menyikapi hal ini?
Islam
merupakan penghalang utama bagi penyebaran paham LGBT diseluruh dunia, mereka
sudah memastikan bagaimana Islam melihat mereka dan bagaimana cara mereka untuk
menyingkirkan Islam dan golongannya dalam menentang mereka, akhirnya mulailah mereka
mengacaukan paham Islam melalui pemahaman para pemikirnya dan penggunaan Tafsir
Hermeneutics pada Al Qur’an dan As Sunnah.
Selain
itu Islam juga telah didahului dan kalah langkah dalam pencegahan mereka masuk
ke dunia social berkat dukungan Barat dalam merevisi buku rumusan SDM (yang
dalam kalangan Psikolog) buku ini merupakan kitab suci, karena didalam buku
inilah ciri-ciri manusia yang bisa dikatakan abnormal, dan setelah beberapa
revisi kini kata LGBT bukanlah lagi hal yang abnormal melainkan suatu
kewajaran.
Islam
dikalahkan dalam beberapa decade terakhir, hingga ilmu pengetahuan yang telah
ditemukan oleh para pemikir Islam terdahulu kini telah disabotase oleh Kaum
Kafir yang kemudian menulis ulang sejarah bahwa pusat ilmu pengetahuan berawal
dari Barat, sehingga disiplin ilmu pengetahun harus berdasakan pada “Western
world view”, adapun paham yang muncul dengan adanya cara pandang ini,
diantaranya adalah Paham Sekulerisme, Paham Ever-Shifting dan Paham
Anthroposentris.
Padahal
mereka juga banyak menuai kritik, khususnya dari para kalangan Dokter medis dan
psikolog Barat, melalui penelitian yang dilakukan oleh Dr, N. Whitehead yang
meneliti hal ini dalam kurun waktu lebih dari 40 tahun mengemukakan bahwa
Psikologi dan pandangan mereka atau lebih tepatnya penyakit mereka bisa
disembuhkan. Jadi jika ada kalangan LGBT yang mengatakan bahwa penyakit mereka
adalah hal yang sudah diciptakan dari Lahir sehingga tidak dapat disembuhkan
maka hal itu semua adalah sebuah kebohongan besar, karena faktor utama pemicu
perbuatan dan kelainan psikis itu adalah lingkungan.
Selain
itu, dampak buruk yang ditimbulkan oleh para golongan LGBT adalah maraknya
penyebaran Penyakit paling mematikan didunia yaitu, AIDS, karena penelitian
telah membuktikan bahwa jutaan kasus AIDS diseluruh dunia dilakukan oleh para
pasangan sejenis yang melakukan hubungan layaknya suami-istri.
Islam
melihat dan menjelaskan hubungan homoseksual ini telah dijelaskan pada surah Al
A’raf 80-82 serta Surah Hud 76-81
$»Ûqä9ur øÎ) tA$s% ÿ¾ÏmÏBöqs)Ï9 tbqè?ù's?r& spt±Ås»xÿø9$# $tB Nä3s)t7y $pkÍ5 ô`ÏB 7tnr& ÆÏiB tûüÏJn=»yèø9$# ÇÑÉÈ öNà6¯RÎ) tbqè?ù'tGs9 tA$y_Ìh9$# Zouqöky `ÏiB Âcrß Ïä!$|¡ÏiY9$# 4
ö@t/ óOçFRr& ×Pöqs% cqèùÌó¡B ÇÑÊÈ $tBur c%2 z>#uqy_ ÿ¾ÏmÏBöqs% HwÎ) br& (#þqä9$s% Nèdqã_Ì÷zr& `ÏiB öNà6ÏGtös% (
öNßg¯RÎ) Ó¨$tRé& tbrã£gsÜtGt ÇÑËÈ
80. and (remember) Lout (Lot), when He said
to his people: "Do You commit the worst sin such as none preceding You has
committed In the 'Alamîn (mankind and jinns)?
81. "Verily, You practise Your lusts on
men instead of women. Nay, but You are a people transgressing beyond bounds (by
committing great sins)."
82. and the answer of his people was Only
that they said: "Drive them out of Your town, These are indeed men who
want to be pure (from sins)!"
ãLìÏdºtö/Î*¯»t óÚÍôãr& ô`tã !#x»yd (
¼çm¯RÎ) ôs% uä!%y` âöDr& y7În/u (
öNåk¨XÎ)ur öNÍkÏ?#uä ë>#xtã çöxî 7rßósD ÇÐÏÈ $£Js9ur ôNuä!%y` $uZè=ßâ $WÛqä9 uäûÓÅ öNÍkÍ5 s-$|Êur öNÍkÍ5 %Yæös tA$s%ur #x»yd îPöqt Ò=ÅÁtã ÇÐÐÈ ¼çnuä!%y`ur ¼çmãBöqs% tbqããtökç Ïmøs9Î) `ÏBur ã@ö7s% (#qçR%x. tbqè=yJ÷èt ÏN$t«Íh¡¡9$# 4
tA$s% ÉQöqs)»t ÏäIwàs¯»yd ÎA$uZt/ £`èd ãygôÛr& öNä3s9 (
(#qà)¨?$$sù ©!$# wur ÈbrâøéB Îû þÏÿø|Ê (
}§øs9r& óOä3ZÏB ×@ã_u ÓÏ©§ ÇÐÑÈ (#qä9$s% ôs)s9 |M÷HÍ>tã $tB $uZs9 Îû y7Ï?$uZt/ ô`ÏB 9d,ym y7¯RÎ)ur ÞOn=÷ètGs9 $tB ßÌçR ÇÐÒÈ tA$s% öqs9 ¨br& Í< öNä3Î/ ¸o§qè% ÷rr& üÍr#uä 4n<Î) 9`ø.â 7Ïx© ÇÑÉÈ (#qä9$s% äÞqè=»t $¯RÎ) ã@ßâ y7În/u `s9 (#þqè=ÅÁt y7øs9Î) (
Îó r'sù Ï=÷dr'Î/ 8ìôÜÉ)Î/ z`ÏiB È@ø©9$# wur ôMÏÿtGù=t öNà6ZÏB îtnr& wÎ) y7s?r&zöD$# (
¼çm¯RÎ) $pkâ:ÅÁãB !$tB öNåku5$|¹r& 4
¨bÎ) ãNèdyÏãöqtB ßxö6Á9$# 4
}§øs9r& ßxö6Á9$# 5=Ìs)Î/ ÇÑÊÈ
76. "O Ibrahîm (Abraham)! forsake
this. indeed, the Commandment of Your Lord has gone forth. Verily, there will
come a torment for them which cannot be turned back."
77. and when Our Messengers came to Lout
(Lot), He was grieved on their account and felt himself straitened for them
(lest the town people should approach them to commit sodomy with them). He
said: "This is a distressful Day."
78. and his people came rushing towards him,
and since aforetime they used to commit crimes (sodomy, etc.), He said: "O
My people! here are My daughters (i.e. the daughters of My nation), they are
purer for You (if You marry them lawfully). so fear Allâh and degrade Me not as
regards My guests! is there not among You a single right-minded man?"
79. they said: "Surely You know that we
have neither any desire nor In need of Your daughters, and indeed You know well
what we want!"
80. He said: "Would that I had strength
(men) to overpower you, or that I could betake myself to some powerful support
(to resist You)."
81. they (Messengers) said: "O Lout
(Lot)! Verily, we are the Messengers from Your Lord! they shall not reach You!
so travel with Your family In a part of the night, and let not any of You look
back, but Your wife (will remain behind), Verily, the punishment which will
afflict them, will afflict her. indeed, morning is their appointed time. is not
the morning near?"
Kesimpulan:
Fenomena LGBT bukanlah barang baru di
Masyarakat, dia merupakan sumber penyakit yang disembunyikan dengan sempurna
oleh para kalangan Liberalisme untuk mengoyak Islam dari dalam untuk berpikir
rasio dan sekuler serta melupakan Islam yang Tradisional, hal itu semua
didasari oleh paham HAM, padahal Islam sendiri mengenal HAM yang jauh lebih
manusiawi, yang tidak hanya melihat pada kebebasan dan kemanusiaan tetapi juga
melihat pada konteks akhlaq, moralitas serta norma-norma bermasyarakat serta hidup
bersosial, banyak kalangan liberal yang mengatakan bahwa alasan mengapa Kaum
nabi Luth di Azab demikian, bukanlah karena mereka melakukan aksi sodomi atau
homoseksual, tetapi karena ketidak patuhan mereka pada nabi mereka yaitu Luth
as. Padahal sudah sangat jelas dijelaskan dalam Tafsir Qurtubi akan penyebab
runtuhnya kaum Luth, yaitu karena perbuatan mereka yang homoseksual.
Wassalamualaikum
Warahmatullah Wabarakatuh
Sumber: Pengajian
Indonesia Tanpa JIL oleh para Ulama dari PKU (Pendidikan Kader Ulama)
Universitas Islam Darussalam Gontor. Di Masjid Jogokariyan, 22 Februari 2015
